Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 11 Mei 2012

Kejarlah Hadiah


Filipi- 3:14 . . . dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Kita ada di zaman yang sulit untuk menghindar dari kompetensi. Kemungkinan untuk sukses hanya ada satu, harus berkompeten. Bukan hanya pada orang dewasa namun sampai kepada pemuda bahkan remaja dilanda oleh paham persaingan. Tujuannya adalah mencapai keberhasilan semaksimal mungkin.

Dimanakah kita ketika orang-orang di sekitar kita saling berbenturan dalam persaingan dan terus bekerja keras (ada yang tanpa batas/workaholic)untuk tujuan yang fana, apakah kita juga terhanyut dengan kebodohan yang sudah dianggap wajar ini?
Seorang pemuda yang ingin meyerahkan sepenuh hidupnya untuk pelayanan ditanyakan oleh seseorang,”apakah kamu yakin ini adalah panggilanmu?” Lalu ia menjawab, “kenapa aku harus menunggu panggilan sebab Tuhanku bukanlah peminta-minta”. Tuhan tidak kekurangan hamba-hamba untuk melayaninya. Menyadari bahwa kita adalah orang yang dipilih maka kita harus mengejar panggilan itu, dari panggilan yang satu menuju panggilan yang lebih mulia lagi.

Rabu, 09 Mei 2012

Cinta Sejati


mazmur 26:8- TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.

Kapan kita akan menemukan cinta  yang kita akui sejati? Kalau cinta tidak jauh dari hati maka ia sedang menunjukkan keteguhan, kedekatan dan kesetiaan. Jatuh cinta artinya kita sedang kejatuhan berkat terbesar yaitu cinta, sebuah karya Tuhan yang paling berlimpah indah melalui perasaan. Cinta hanya bisa diterima jika kita merespon kehadirannya.

Apakah engkau merasa dicintai oleh Yesus?
 Kapan pertama kali kamu bertanya demikian pada hatimu sendiri. Atau mungkin tidak pernah menanyakannya.  Tapi satu hal yang sejati yaitu sebelum engkau dilahirkan Ia sudah jatuh cinta padamu.
Masalahnya, apakah kamu sudah merasakan cintanya Yesus. Cinta tidak hanya cukup didengar tapi harus dirasakan. Jika jawabannya ..’tidak, saya belum pernah merasakannya’..maka mulai sekarang cari dan temukanlah cinta-Nya.
Zakharia 8 : 28, “Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa …..mencari  Tuhan….dan melunakkan hati Tuhan
Jika jawabannya “ya, saya sudah merasakannya”, lalu apa yang sudah engkau lakukan untuk menunjukkan cintamu kepada Tuhan? Orang yang sedang jatuh cinta pasti mengorbankan apapun untuk menyenangkan hati yang dicintainya. Yesus sudah membuktikkan cinta-Nya melalui pengorbanan di kayu salib. Bagian kita adalah membalas pengorbanan itu.

Mari kita memiliki sebuah peradigma yang baru, jangan tanya apa yang sudah Tuhan berikan kepadamu tapi apa yang sudah kamu berikan untuk Tuhan. Berikanlah segenap hatimu untuk Yesus. Apapun yang kamu pikirkan tentang Dia, dirimu dan masa depanmu, hanya dari Tuhan, oleh Tuhan dan bagi Tuhan kita ada disini. Tumbuhkanlah cinta sejatimu bukan dengan perasaan duniawi. CARI, MENGERTI & WUJUDKAN keinginan Tuhan bagi dirimu dan duniamu. Kamu dapat mengorbankan waktumu, tenaga, pikiran, pengetahuan dan segala yang kamu miliki untuk dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya.

Selasa, 01 Mei 2012

Apakah Injil itu benar?

Apakah Injil di Perjanjian Baru adalah benar-benar sejarah saksi mata Yesus Kristus, atau mungkinkah cerita itu telah diubah-ubah dalam perjalanan waktu? Apakah kita hanya bisa menerima catatan Perjanjian Baru hanya dengan iman, atau apa ada bukti-bukti keandalannya? Reporter televisi ABC, Peter Jennings, pernah berada di Israel dan menyiarkan acara khusus mengenai Yesus Kristus. Programnya, "Pencarian Yesus", mengeksplorasi pertanyaan apakah Yesus di Perjanjian Baru secara historis akurat.

Jennings mengemukakan pendapat-pendapat, terhadap Injil, dari Profesor John Dominic Crossan dari